Setiap kita melakukan sesuatu pastinya ada maksut tertentu dan alasan mengapa kita melakukannya, dan ketika melakukannya pastinya kita sadar bahwasanya kita sedang melakukan kegiatan yang tadinya kita rencanakan dan kini menjadi kenyataan
Contohnya saja, ketika kamu mengambil keputusan untuk kuliah. Niatnya apa? Karena ingin menepati janji pada keluarga? Dibalik itu semua, ada Allah yang mengatur, maka dari itu niatkan pula karena ibadah. Agar tidak sia-sia ketika mengerjakannya. Tidak hanya capek dan ilmu yang didapat, tetapi ada pahala di dalamnya.
Begitu juga dalam melakukan setiap kegiatan kita harus senantiasa memperbaiki niat. Baik saat kita akan melakukan, sedang melakukan, dan setelah melakukan
Akan --> Niatkan semuanya karena Allah, ibadah kepada Allah.
“Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Barang siapa hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dsn Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia yang diinginkannya atau karena wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya (akan dinilai sebagaimana) yang dia niatkan” (HR. Bukhari)
Sedang --> Ditakutkan ketika kita sedang melakukan kegiatan itu, kita lupa untuk apa melakukan kegiatan itu, ditakutkan pula niat kita yang tadinya kerena Allah melenceng menjadi karena ingin sesuatu atau ingin bertemu seseorang. Maka dari itu diperlukan untuk mereview niat ^^.
Setelah --> Semacam intropeksi dari apa yang telah kita lakukan, apakah kegiatan tersebut bermanfaat? Apakah kegiatan yang dilakukan tadi sekiranya diridhai Allah?
Jadi, kalau misalkan kamu memperbaiki motor untuk bisa bertemu dengan pujaan hati
, maka niat seperti ini sangat FATAL. Bisa jadi karena niatmu seperti itu akan menambah keburukan yang akan terjadi, tidak bermaksut mendoakan kawan... 
Akhirnya jadi kuliah dimana ?
BalasHapusSaya Insyaallah D3 Multimedia Broadcast PENS :)
BalasHapus